Mengenal Gugus Bagong

Dengan semangat membangun keterhubungan pada setiap mata rantai ekosistem seni pertunjukan, Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) menggelar festival pertunjukan Gugus Bagong 2020 dengan tema TRANSISI, dimana penyelenggaraannya berbasis web (digelar secara daring). Gugus Bagong pertama kali dimulai tahun 2018 pada momen merayakan 40 tahun PSBK, 60 tahun Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja (PLTBK), dan 90 tahun Bagong Kussudiardja dengan format tari yang digelar 2 tahun sekali. Pemaknaan terus dilakukan. Masa peralihan pun turut dirasakan akibat pandemi yang tak pandang bulu. Pertunjukan pun tak terhindarkan dari dampaknya. Salah satunya memaksa setiap dari kita untuk berlaku kreatif dan berdaya mencari cara, mensiasati kondisi demi tetap menghidupkan nafas seni.

Agenda

Rabu, 18 Nov 2020
Kamis, 19 Nov 2020
Jumat, 20 Nov 2020
Sabtu, 21 Nov 2020

Rabu, 18 Nov 2020

17:00 WIB - Rubik Pertunjukan Dialogia Dapur Detail
19:30 WIB - Rubik Bincang Karya Dialogia Dapur Detail

Catatan:

1. Untuk melihat pertunjukan silahkan mengakses halaman pertunjukan dari menu navigasi

2. Untuk berpartisipasi dalam Kelas dan Bincang Karya, Pengguna diharuskan mendaftar/ mengisi formulir profile.

3. Pendaftaran untuk sesi Kelas & Bincang Karya akan ditutup ketika kuota sudah penuh.

4. Lengkapi data anda saat melakukan pendaftaran akun Gugus Bagong untuk mempermudah proses pendaftaran di acara-acara di festival ini.

Kamis, 19 Nov 2020

16:00 WIB - Mozaik Bincang Gugus: Kasak-Kusuk Ceruk di Balik Layar Detail
17:00 WIB - Rubik Pertunjukan: SUJHA Detail
19:30 WIB - Rubik Bincang Karya: SUJHA Detail

Catatan:

1. Untuk melihat pertunjukan silahkan mengakses halaman pertunjukan dari menu navigasi

2. Untuk berpartisipasi dalam Kelas dan Bincang Karya, Pengguna diharuskan mendaftar/ mengisi formulir profile.

3. Pendaftaran untuk sesi Kelas & Bincang Karya akan ditutup ketika kuota sudah penuh.

4. Lengkapi data anda saat melakukan pendaftaran akun Gugus Bagong untuk mempermudah proses pendaftaran di acara-acara di festival ini.

Jumat, 20 Nov 2020

16:00 WIB - Mozaik Bincang Gugus: Menemani Karya Adalah Seni Menciptakan Peluang Detail
17:00 WIB - Rubik Pertunjukan: Dari Pagi Menuju Pagi Detail
19:30 WIB - Rubik Bincang Karya: Dari Pagi Menuju Pagi Detail

Catatan:

1. Untuk melihat pertunjukan silahkan mengakses halaman pertunjukan dari menu navigasi

2. Untuk berpartisipasi dalam Kelas dan Bincang Karya, Pengguna diharuskan mendaftar/ mengisi formulir profile.

3. Pendaftaran untuk sesi Kelas & Bincang Karya akan ditutup ketika kuota sudah penuh.

4. Lengkapi data anda saat melakukan pendaftaran akun Gugus Bagong untuk mempermudah proses pendaftaran di acara-acara di festival ini.

Sabtu, 21 Nov 2020

16:00 WIB - Mozaik Bincang Gugus: Menjaga Pertumbuhan, Kolaborasi dan Investasi Seni Detail
17:00 WIB - Rubik Pertunjukan: In Transit, it's time to redo Detail
19:30 WIB - Rubik Bincang Karya: In Transit, it's time to redo Detail

Catatan:

1. Untuk melihat pertunjukan silahkan mengakses halaman pertunjukan dari menu navigasi

2. Untuk berpartisipasi dalam Kelas dan Bincang Karya, Pengguna diharuskan mendaftar/ mengisi formulir profile.

3. Pendaftaran untuk sesi Kelas & Bincang Karya akan ditutup ketika kuota sudah penuh.

4. Lengkapi data anda saat melakukan pendaftaran akun Gugus Bagong untuk mempermudah proses pendaftaran di acara-acara di festival ini.

Kliping dan Ingatan Kita yang Rapuh;

Bagong Kussudiardja, Seni Pertunjukan, dan Konteks Ruang Hidupnya

Dalam laman kliping ini, kita akan menjumpai beberapa berita terkait polemik gedung Senisono, diskusi tentang “Empu zaman modern”, ulasan karya seni pertunjukan yang ditulis untuk karya Bagong, pandangan Bagong terkait karya seni pertunjukan yang dihadirkan oleh orang lain, dan juga sumbangan kegelisahan Bagong terhadap perkembangan seni pertunjukan. Dari sana, akan hadir bagaimana wacana tentang kekaryaan Bagong Kussudiardja dan tanggapan publik atasnya, bagaimana wacana tentang perkembangan seni pertunjukan hadir dalam masa yang spesifik dan masih relevan hingga hari ini, dan bagaimana konteks ruang hidupnya selalu melekat; memengaruhi dan dipengaruhi. Wacana-wacana ini adalah wacana yang dibayangkan hadir pada ruang depan panggung; pada wilayah apresiasi dan kritik seni pertunjukan.

Kerja yang kami lakukan saat ini rasanya mustahil dilakukan dalam waktu yang singkat jika kami tidak memiliki beragam koleksi perpustkaan PSBK. Koleksi tersebut adalah warisan ketekunan praktik dokumentasi dari Bagong Kussudiardja. Praktik ini penting untuk digarisbawahi, karena dari sana dapat kita rasakan bagaimana serangkaian peristiwa di masa lalu dapat membentuk gugusan ingatan; membentuk formasi diskursifnya. Untuk dapat kita relevansikan dengan hari ini, untuk imajinasi hari-hari yang mendatang. Inilah jembatan antara lupa dan tidak tahu. Pengetahuan dari masa lalu dapat menjadi pengetahuan baru di hari ini, dengan demikian ia bisa selalu terjaga sebagai memori kolektif kita, dan kita dapat menjadi generasi yang historis. Karena ingatan kita rapuh, dan untuk itulah kerja dokumentasi selalu penting untuk dilakukan.