Pranala

Program ini dihadirkan pertama kali pada tahun ini untuk melengkapi pembacaan realita yang terjadi dalam tubuh pertunjukan sebagai sebuah peristiwa, melalui tatapan ruang apresiasi dan kritik. Pada presentasi visual pertamanya, Gugus Bagong memanfaatkan sebaran arsip yang lahir dari ruang tersebut untuk disusun dan dipresentasikan berdasarkan tema dan isu spesik seputar Bagong Kussudiardja, ruang hidupnya, dan momentum wacana, pengetahuan atas seni pertunjukan digulirkan.

Kliping dan Ingatan Kita yang Rapuh;

Bagong Kussudiardja, Seni Pertunjukan, dan Konteks Ruang Hidupnya

Dalam laman kliping ini, kita akan menjumpai beberapa berita terkait polemik gedung Senisono, diskusi tentang “Empu zaman modern”, ulasan karya seni pertunjukan yang ditulis untuk karya Bagong, pandangan Bagong terkait karya seni pertunjukan yang dihadirkan oleh orang lain, dan juga sumbangan kegelisahan Bagong terhadap perkembangan seni pertunjukan. Dari sana, akan hadir bagaimana wacana tentang kekaryaan Bagong Kussudiardja dan tanggapan publik atasnya, bagaimana wacana tentang perkembangan seni pertunjukan hadir dalam masa yang spesifik dan masih relevan hingga hari ini, dan bagaimana konteks ruang hidupnya selalu melekat; memengaruhi dan dipengaruhi. Wacana-wacana ini adalah wacana yang dibayangkan hadir pada ruang depan panggung; pada wilayah apresiasi dan kritik seni pertunjukan.

Kerja yang kami lakukan saat ini rasanya mustahil dilakukan dalam waktu yang singkat jika kami tidak memiliki beragam koleksi perpustkaan PSBK. Koleksi tersebut adalah warisan ketekunan praktik dokumentasi dari Bagong Kussudiardja. Praktik ini penting untuk digarisbawahi, karena dari sana dapat kita rasakan bagaimana serangkaian peristiwa di masa lalu dapat membentuk gugusan ingatan; membentuk formasi diskursifnya. Untuk dapat kita relevansikan dengan hari ini, untuk imajinasi hari-hari yang mendatang. Inilah jembatan antara lupa dan tidak tahu. Pengetahuan dari masa lalu dapat menjadi pengetahuan baru di hari ini, dengan demikian ia bisa selalu terjaga sebagai memori kolektif kita, dan kita dapat menjadi generasi yang historis. Karena ingatan kita rapuh, dan untuk itulah kerja dokumentasi selalu penting untuk dilakukan.

Kita teropong Seni tari di Indonesia dewasa ini

Kalau kita perhatikan dan kita ikuti perkembangan seni tari di Indonesia dewasa ini betul2 sangat menggembirakan. Kegembiraan itu lahir dari kenjataan jang bisa kita lihat kehidupannja ditengah2 masja......

Wisnoe Wardhana : Tari yang Lebih Maju daripada Terdahulu

TARI modern jika dipahami, secara awam merupakan seni tari yang lebih maju daripada yang terdahulu Prof. Dr. Wisnoe Wardhana dikantornya, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Yogyakarta pa......

Baru Tari Kreasi, Bukan "Modern Dance"

SEJUMLAH grup "tari modern" di Yogyakarta menolak disebut beraliran modern, karena alas pijakannya adalah tari tradisional yang di Indonesia amat beragam. Kesimpulan ini dipetik Bernas dari bincang-bi......

Bagong Kussudiardjo: "Yang Perlu Dicekal Budaya Barat”

Krisis apa yang sebenarnya terjadi di dunia seni dan sastra kita? Ada yang menilai saat ini kita krisis pemikiran, lalu muncul pernyataan bahwa persoalan mendesak yang perlu kita berantas adalah krisi......

Budaya Asean Belum Terbentuk. Tapi Optimis, Bakal Terwujud! Bagong: Lha wong Budaya Indonesia saja belum terwujud bentuk

AFA di Yogya. Kenapa dan Bagaimana Menparpostel RI Soesilo Soedarman menjawab. Karera Yogya termasuk kota yang masih memiliki tradisi budaya yang langgeng. Di samping, perkembangan kesenian, dari tr......

Bagong Kussudiardja Mengimbau Pak Walikota

BAGONG Kussudiardja mengimbau Walikota Madya Yogyakarta Djatmikanto. Tapi imbauan ini tidak berkaitan dengan persoalan tata kota atau perlunya ditinjau lagi pajak tontonan kesenian yang dirasakan bera......

Reaksi Larangan Kursus Pembatikan Bagi Orang Asing: B. Oetoro: “…diawasi boleh saja” Bagong K.: “Tidak Bijaksana”

Sehubungan dengan surat KADIN DIY kepada Kepala Daerah DIY yang menyarankan agar melarang kursus pembatikan untuk orang2 asing; yang disiarkan oleh “Antara” beberapa hari ybl; maka sementara senim......

Meskipun Lain Dulu Lain Sekarang Kota Yogyakarta Masih Tetap Pusat Pengembangan Kesenian

BERMACAM predikat yang diberikan masyarakat Indonesia kepada kota Yogyakarta a.l. kota budaya, pelajar, mahasiswa, pariwisata, perjuangan, gudeg, sepeda, andong, alon2 waton kelakon, adem ayem, batik ......