Agenda Pertunjukan

Rabu, 18 Nov 2020
Kamis, 19 Nov 2020
Jumat, 20 Nov 2020
Sabtu, 21 Nov 2020

Rubik Pertunjukan: Dialogia Dapur

Hari / Tanggal
Rabu, 18 Nov 2020
Waktu
17:00 WIB
Detail
Klik tonton untuk menonton!

Bincang Karya

Hari / Tanggal
Rabu, 18 Nov 2020
Waktu
19:30 WIB
Detail
Bincang Karya akan dilaksanakan di Zoom Cloud Meeting, klik ikuti untuk bergabung!

Dialogia Dapur berangkat dari sebuah gagasan mengenai ruang domestik. Kami menyepakati bahwa sebuah ruang memiliki sejarah dan gagasannya masing-masing. Dapur yang secara fisik adalah ruang terjadinya proses konsumsi dan produksi, telah menciptakan kitchen culture-nya sendiri: yaitu dapur sebagai pusat komunikasi, ruang memori, hingga fenomena kesetaraan, menjadi catatan sejarah pada perkembangan setiap elemen yang ada di dalamnya.

Dapur sebagai site spesific ditempatkan secara spasial dalam kerangka ruang domestik yang menarik untuk dilihat ulang, dalam agenda melacak peradaban atau sejarah sosial dari dalam dapur. Pelacakan atau pengamatan yang kami lakukan dalam proses ini memberikan sedikit banyaknya informasi bahwa sebuah peradaban, secara mendasar, berawal dari makanan.

Rubik Pertunjukan: SUJHA

Hari / Tanggal
Kamis, 19 Nov 2020
Waktu
17:00 WIB
Detail
Klik tonton untuk menonton!

Bincang Karya

Hari / Tanggal
Kamis, 19 Nov 2020
Waktu
19:30 WIB
Detail
Bincang Karya akan dilaksanakan di Zoom Cloud Meeting, klik ikuti untuk bergabung!

Menjadi tidak sadar ketika melakukan tarian jatilan adalah capaian yang selalu didambakan para pemainnya. Aksi njathil berlangsung jika para pemainnya mengalami ndandi / trans. Dalam hal ini, saya seringkali tidak mencapai titik ndandi dan kemudian mampu dibilang njathil ketika menjadi pemainnya. Pengalaman ini yang memberangkatkan saya untuk mencoba mengurai dan mendefinisikan ulang makna ndandi bukan sebagai yang selalu menakutkan ataupun bertingkah seperti bukan manusia pada umumnya. Namun, dimana tubuh menangkap perpindahan kesadaran dan kejadian dalam dirinya. Membuatnya dalam kondisi menyatu, hening, dan fokus. Dimana tubuh satu dengan lainnya menyimpan cara, durasi, titik fokusnya masing-masing. Inilah yang saya angkat dalam karya SUJHA.

Rubik Pertunjukan: Dari Pagi Menuju Pagi

Hari / Tanggal
Jumat, 20 Nov 2020
Waktu
17:00 WIB
Detail
Klik tonton untuk menonton!

Bincang Karya

Hari / Tanggal
Jumat, 20 Nov 2020
Waktu
19:30 WIB
Detail
Bincang Karya akan dilaksanakan di Zoom Cloud Meeting, klik ikuti untuk bergabung!

Dalam keseharian sejatinya manusia lekat dengan pemaknaan-pemaknaan terhadap bunyi di sekitarnya, baik secara mikro atau makro. Kelekatan tersebut tidak lain disebabkan oleh sifat alami dari bunyi itu sendiri yang merupakan gelombang, merambat melalui udara, kemudian ditangkap oleh panca indera kita. Dari kondisi tersebut manusia akhirnya secara sadar maupun tidak, mulai memaknai hal-hal apapun yang berkaitan dengan lekatnya bunyi terhadap hidupnya, serta tidak jarang pemaknaan ini bersifat sublim/menyetubuh dengan dirinya secara lahir dan batin.

 

Penciptaan karya ini berangkat dari gagasan sublimasi bunyi dalam siklus kehidupan manusia sehari-hari yang dibagi menjadi enam waktu (pagi, siang, sore, petang, malam, dan dini hari) yang didasarkan atas fisik, jiwa, dan imajinasi. Pendalaman terhadap gagasan tersebut dibebankan pada dua wujud kandungan informasi dari sebuah bunyi, yaitu fisik (yang diterima secara pendengaran) dan perseptual (pemaknaan terhadap apa yang didengar). Bunyi menjadi rangsangan utama dalam konten artistik yang muncul dan ditafsir secara empiris.

Rubik Pertunjukan: In Transit: it's time to redo

Hari / Tanggal
Sabtu, 21 Nov 2020
Waktu
17:00 WIB
Detail
Klik tonton untuk menonton!

Bincang Karya

Hari / Tanggal
Sabtu, 21 Nov 2020
Waktu
19:30 WIB
Detail
Bincang Karya akan dilaksanakan di Zoom Cloud Meeting, klik ikuti untuk bergabung!

"In Transit" adalah serial pertunjukan yang lahir dari energi habitual perempuan dalam tata cara menata benda, memfungsikan ruang, dan memandang ritus habitual sebagai 'seni memiliki' ruang sementara. Karya kedua yang berjudul "In Transit: it's Time to Redo" berfokus pada kerja rumah tangga di ruang sementara yang terkadang bias dalam pembagian peran antara laki-laki dan perempuan.

 

Pada waktu yang beriringan fungsi 'seni memiliki' ruang sementara ternyata tidak cukup untuk menegaskan perihal kepemilikan ruang dan selalu dinilai ilegal. Penghuni rumah selalu berada dalam ancaman ketidakpastian yang berulang-ulang, meskipun hasrat untuk tetap tinggal semakin tumbuh menjulang.